My Profile

Sabtu, 17 Maret 2012

Ketakutan Massal


Ada dua kemenangan karena Muhammad. Pertama, Rasulullah saw pada pembebasan Makkah. Kedua, Konstantinopel (ibu kota Imperium Romawi Timur, kini disebut Istanbul) ditaklukkan pada 29 Mei 1453 oleh penguasa Khilafah Usmaniah, Muhammad bergelar Al-Fatih (sang pembebas).

Kedua tokoh itu patut diteladani sebab mampu mengalahkan musuh secara cepat, menguasai teritorial tanpa dapat direbut lagi oleh musuh untuk selamanya, serta meraih kemenangan terpenting: menyadarkan musuh, serta membebaskan warga dari kezaliman dan ketakutan.

Sayangnya, kemenangan seperti itu belum terlihat tanda-tandanya selama operasi militer di Aceh. Selain hanya memunculkan sejumlah korban jiwa dan cedera, operasi itu juga menyemai ketakutan massal. Betapa pilunya orang-orang itu yang karena sangat ketakutan, sehingga tidak kuasa menyebut pelaku pembakaran sekolah, rumah, dan fasilitas umum. Padahal, mereka umat Islam yang terkepung pertempuran sesama Muslim, di tempat bernama Darussalam 'negeri keselamatan'.

Ketika Nabi Muhammad memasuki Makkah, beliau memberi jaminan keamanan sehingga warga merasa aman, termasuk orang musyrik. Nabi menyatakan bahwa yang memasuki rumahnya atau rumah Abu Sufyan, serta meletakkan senjata, maka jiwa, kehormatan, dan hartanya aman (HR Muslim). Untuk merealisasi jaminannya, Nabi melarang semua serdadu memprovokasi dan bersikap sombong terhadap warga taklukan.

Oleh karena itu, tindakan langsung diambil begitu ada indikasi tindakan indisipliner. Misal, beliau mencopot Saad bin Ubadah sebagai Komandan Brigade Bani Khazraj, padahal cuma berkata bahwa sekarang hari penghancuran kaum Quraisy. Akibatnya, mereka yang ingin melawan langsung menyerah karena percaya janji Rasul.

Muhammad Al-Fatih pun begitu. Dr Ali Muhammad As-Salabi (2003) dalam Khilafah Ustmaniah menulis bahwa kala menguasai Konstantinopel, dia menyampaikan pernyataan yang menyejukkan, bukan mengancam-ancam, dan mempertontonkan kekuasaan. Sebelumnya, dia pun berjanji melindungi warga taklukan. Dia bolehkan para pendeta tetap memeluk agamanya.

Bahkan, Muhammad rutin makan bersama mereka agar mereka merasa aman. Karena keluhuran akhlak dua Muhammad tersebut dan penerapan hukum Islam tentang perang, maka warga taklukan bertobat dan berduyun-duyun masuk Islam. Memang, Allah telah berjanji bahwa hanya dengan dipimpin Muslim yang baik, dan meneguhkan diri serta negaranya dengan Din Islam, maka rasa takut akan berganti aman dan makmur (QS 24:55).

Sumber : Republika Online

Ditulis Oleh : Endy Djubu | Artikel | Ketakutan Massal


Artikel Ketakutan Massal ini diposting oleh Endy Djubu pada hari Sabtu, 17 Maret 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda yang telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat untuk kita semua, Kritik dan saran nya, silahkan tulis di kotak Komentar di bawah ini, dan jangan lupa di like/suka ya.... Salam hangat dari saya 3nf1try.blogspot.com
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

0 Comments:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

HACKING

Terbaru >>

Top Post >>

Blog Archieve >>

 

S E R V I C E ' s aLL ShArE Copyright © 2010 Endy_Djubu is Designed by 3nfitry