My Profile

Sabtu, 17 Maret 2012

Pengakuan Kaum Yahudi


Rasulullah Saw pernah mengutus Abdullah Ibn Rawahah ke Khaibar--kawasan kaum Yahudi--untuk menaksir hasil kebun kurma di sana. Beliau sebelumnya telah memutuskan bahwa hasil bumi Khaibar dibagi dua: setengah untuh kaum Yahudi, setengahnya untuk kaum Muslim. Setengah bagian itulah yang Rasul kehendaki agar Abdullah memperkirakan dan mengambilnya sebagai hak bagi orang-orang Muslim.

Ketika Abdullah Ibn Rawahah menunaikan tugas, sejumlah orang Yahudi mendatanginya sembari membawa aneka perhiasan yang sengaja mereka kumpulkan. Mereka membujuk Abdullah seraya berkata, ''Perhiasan ini kami berikan untuk Anda, ringankanlah kami, dan berilah untuk kami bagian lebih dari separuh.'' Atas bujukan itu, Abdullah dengan tegas menjawab, ''Wahai kaum Yahudi, demi Allah, di hadapanku kalian benar-benar tergolong makhluk yang paling dibenci Allah.

Tidak sekali-kali aku akan membawa apa yang kalian sodorkan, agar aku meringankan suatu yang menjadi kewajiban kalian, sebab apa yang kalian tawarkan berupa suap itu sesungguhnya suatu yang haram. Kami, kaum Muslim, tidak memakan harta haram.'' ketika mendengar jawaban Abdullah, serentak mereka berkata, ''Lantaran demikian itulah langit dan bumi tetap tegak.''

Kisah yang diriwayatkan oleh Imam Malik ini merupakan fragmen sejarah yang mengungkap sebagian dari karakter orang Yahudi. Sebenarnya, mereka bukan kaum yang tidak tahu kebenaran. Bukan pula buta tentang urgensi penegakan hukum dan peraturan. Mereka sengaja mencampakkannya. Mereka justru lebih antusias melakukan sesuatu yang mendatangkan keuntungan nyata. Mereka tidak peduli bahwa untuk meraihnya itu ditempuh dengan cara melanggar hukum.

Di sisi lain, mereka mengakui sepenuhnya bahwa berpegang pada kebenaran dan sikap konsisten dalam penegakkan hukum dan menjauhi hal-hal yang diharamkan dalam hubungan antar sesama adalah yang menjamin terwujudnya kesejahteraan umat manusia. Ungkapannya kepada Abdullah--setelah mengetahui keteguhan sikapnya itu--merupakan sebuah pesan moral yang bernilai universal.

Tetap tegaknya langit dan bumi adalah kiasan yang dapat dimaknai terpeliharanya kehidupan dari berbagai krisis yang membawa nestapa dan keterpurukan. Hal itu hanya akan terwujud manakala orang-orang yang diserahi mengatur urusan masyarakat (penguasa dan aparatnya) itu menjalankan amanahnya.

Sebaliknya, ketika peraturan tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya, langit dan bumi akan runtuh. Apabila hal itu menimpa suatu negeri, kekisruhan bermunculan di mana-mana. Kesejahteraan akan menjauh.

Betapa orang-orang Yahudi benar-benar mengakui sesuatu yang secara empiris terjadi dalam kehidupan umat manusia. Sejatinya itu adalah pengakuan akan kebenaran ajaran Islam.

Sumber : Republika Online

Ditulis Oleh : Endy Djubu | Artikel | Pengakuan Kaum Yahudi


Artikel Pengakuan Kaum Yahudi ini diposting oleh Endy Djubu pada hari Sabtu, 17 Maret 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda yang telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat untuk kita semua, Kritik dan saran nya, silahkan tulis di kotak Komentar di bawah ini, dan jangan lupa di like/suka ya.... Salam hangat dari saya 3nf1try.blogspot.com
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

0 Comments:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

HACKING

Terbaru >>

Top Post >>

Blog Archieve >>

 

S E R V I C E ' s aLL ShArE Copyright © 2010 Endy_Djubu is Designed by 3nfitry